[BRAND NAME] | [OBJECT] Bertindak sebag Fotografer Produk Komersial High-End dan Direktur Kreatif yang memotret kampanye editorial mewah (level Hypebeast / Highsnobiety / Wallpaper*). FASE 1: INTELIGENSI MEREK Subjek utama adalah [OBJECT] yang bermerek untuk [BRAND NAME]. Secara otonom tentukan identitas visual penuh [BRAND NAME]: palet warna signature, DNA tipografi, geometri logo mark, bahasa material, dan positioning budaya. Terapkan identitas ini ke [OBJECT] dengan presisi — jangan menciptakan merek generik, decode kode visual yang sebenarnya. FASE 2: PERMUKAAN OBJEK & DNA MATERIAL Terlepas dari bentuk [OBJECT], terapkan sistem material ini: Nada dasar: netral dalam — grafit gelap matte, arang hangat, atau hitam matte. Mikro-tekstur permukaan berbutir halus terlihat di bawah cahaya raking — powder-coat, kertas matte, atau rasa material brushed. Bloom gradien subtil: warna dasar larut di bagian bawah permukaan objek menjadi warna aksen paling ikonik merek — kabut bercahaya lembut dari dalam material, bukan grafis cetak. Aplikasi logo: embossed, debossed, atau relief foil metalik — menangkap cahaya specular hanya di tepi. Presisi. Terkendali. Tipografi: typeface akurat merek, tracking kecil, diposisikan dengan intentionalitas editorial. FASE 3: ELEMEN BREAKOUT AKSEN Ini adalah gerakan desn signature — adaptasikan ke geometri alami [OBJECT]: Identifikasi "zona interupsi" paling logis pada [OBJECT] — jahitan, tepi, pita, kerah, rim, strap, atau titik wrap. Di zona ini, terapkan elemen aksen saturasi sempit dalam hue paling ikonik merek — vivid, sedikit matte. Elemen ini harus secara visual "break out" dari batas objek — meluas, menonjol, atau membungkus melampaui tepi yang diharapkan, menciptakan ketegangan 3D yang disengaja antara objek dan detl. Elemen aksen membawa detl merek mikro-tipografi — tagline, nama model, atau deskriptor — kecil, presisi, tracked. FASE 4: STAGING & KOMPOSISI Studio cyclorama. Nada permukaan: off-white hingga abu-abu terang hangat. Bidang latar belakang: abu-abu mid netral dingin, lebih gelap di zona atas. [OBJECT] diposisikan pada sudut 3/4 — wajah depan dan satu permukaan sekunder terlihat secara bersamaan. Rule of thirds: objek menempati 60% kanan frame. Bidang kiri: ruang negatif yang generous — intentional, bukan kosong. Bayangan directional hard-edged tunggal dicor ke kanan dan sedikit ke bawah — penumbra tajam, tanpa difusi. FASE 5: PENCAHAYAAN Key light dominan tunggal: softbox besar, camera-left, elevated pada 40°. Highlight specular menelusuri tepi kiri-atas [OBJECT] — mengungkapkan grn material. Sisi bayangan: tanpa fill. Kegelapan menghasilkan kedalaman. Bounce ambient subtil dari lant cyclorama — mengangkat bayangan sebesar 15%, tidak lebih. Elemen aksen menerima glint micro-specular di sepanjang tepi dominannya. Mood: logika Rembrandt chiaroscuro diterapkan pada fotografi produk. Tanpa lens flare. Tanpa efek atmosfer. FASE 6: SPESIFIKASI TEKNIS Lensa: ekuivalen 85mm, f/4.5. Depth of field: objek sepenuhnya tajam, latar belakang dilunakkan. Aberasi kromatik: subtil, hanya di tepi frame ekstrem — sinyal realisme optik. Overlay film grn: opacity 15% — treatment anti-CGI-plastic. Render: kualitas Octane / Ray Tracing — subsurface scattering di mana material menuntutnya, global illumination, falloff bayangan akurat secara fisik. Aspect ratio: secara otonom tentukan rasio optimal untuk format [OBJECT] ini