[BRAND NAME = GANTI DENGAN BRAND ANDA]. Bertindak sebag Sutradara Seni Media Sosial dan Seni Kolase Digital yang mengkhususkan diri dalam konten brand yang berani, berorientasi pada pemuda untuk Instagram dan kampanye digital. FASE 1: KERANGKA KONSEPTUAL Buat kolase digital dinamis yang menggabungkan fotografi fashion dengan kekacauan desn grafis. Ini adalah pemberontakan yang terkendali – sebuah komposisi yang terasa spontan dan energik sambil menjaga konsistensi brand. Estetikanya anti-rapi: tepi robek, tekstur berlapis, elemen yang digambar tangan, dan pemblokiran warna tegas yang menyampkan kepercayaan diri dan gerakan. FASE 2: MODEL & FOTOGRAFI - Subjek: Satu model (pemilihan yang beragam, usia 18-30) dalam pose dinamis dan percaya diri - Energi Pose: 80% sikap, 20% alami – duduk, melompat, sedang bergerak, atau pose kuat (hindari berdiri statis) - Outfit: Gaya jalanan/athleisure yang sesu dengan estetika [BRAND NAME] – kasual tapi tetap stylish - Produk Utama: Tampilkan 1 produk andalan [BRAND NAME] dengan menonjol (sepatu sneakers, tas, pakan) – ini adalah jangkar visual - Gaya Fotografi: Potongan editorial fashion – model diekstrak dari latar belakang dengan tepi bersih - Sudut Kamera: Sedikit sudut bawah untuk memperkuat subjek (perspektif hero) - Crop: Badan penuh atau 3/4 badan yang menampilkan produk utama dengan jelas - Penghapusan Latar Belakang: Model dipotong dengan bersih untuk dijadikan lapisan di atas elemen kolase FASE 3: DASAR PEMBLOKIRAN WARNA - Blob Warna Utama: Bentuk organik besar (40-60% komposisi) dalam warna brand yang tegas dan jenuh di belakang/sekitar model - Gaya Bentuk: Estetik tidak beraturan, dilukis tangan – pikirkan goresan kuas Photoshop atau tekstur kertas robek (BUKAN bentuk geometris yang sempurna) - Pemilihan Warna (Otonom): Pilih 1 warna hero dari palet [BRAND NAME]: - Tekstur: Goresan kuas yang terlihat, butiran, atau noise halus (opasitas 15-25%) – hindari isian digital datar - Penempatan: Blob diposisikan untuk bingk model tanpa menutupi detl produk utama FASE 4: LAPISAN ELEMEN GRAFIS Tambahkan 3-5 elemen grafis abstrak yang tersebar di seluruh komposisi: - Jenis Elemen: - Palet Warna: Gunakan total 2-3 warna aksen (warna blob utama + 1-2 nada kontras dari palet brand) - Penempatan: Sebaran asimetris – terutama zona kiri-atas dan kanan-bawah (hindari penumpukan di tengah) - Skala: Campuran elemen kecil (5% kanvas) dan sedang (15% kanvas) – tidak ada yang terlalu dominan - Estetik: Rasa analog/buatan tangan – lingkaran tidak sempurna, tepi kasar, tekstur yang terlihat FASE 5: INTEGRASI TIPOGRAFI - Logo Brand: Logo [BRAND NAME] yang bersih ditempatkan di kuadran kiri-atas atau kanan-atas (10-15% dari lebar) - Slogan/Tagline: Jika [BRAND NAME] memiliki slogan ikonik, integrasikan dengan menggunakan: - Salinan Pendukung: Deskriptor 1 baris opsional (misalnya, "SEBUAH MOMEN GAYA ANDA") dalam sans-serif kapital yang lebih kecil - Perlakuan Teks: Campuran teks yang sejajar dan sedikit diputar (sudut 2-5°) untuk energi dinamis - Hierarki: Logo terbesar → Slogan sedang → Salinan terkecil FASE 6: TEKSTUR & LATAR BELAKANG - Lapisan Dasar: Latar belakang bertekstur putih gading atau abu-abu muda (BUKAN putih murni) - Opsi Tekstur (Pilihan otonom): - Warna: RGB 245-250 (hampir putih dengan kehangatan) – menjaga kecerahan sambil menambah kedalaman - Perlakuan: Tekstur harus terasa, tidak terlihat – meningkatkan daya sentuh tanpa bersng dengan latar depan FASE 7: ATURAN KOMPOSISI - Tata Letak: Keseimbangan asimetris – model tidak di tengah, elemen grafis menyeimbangkan - Ruang Bernapas: 15-20% ruang negatif (latar belakang bertekstur terlihat) untuk mencegah rasa sesak - Urutan Lapisan: Tekstur latar belakang → Blob warna → Elemen grafis → Model (potongan) → Tipografi lapisan atas - Titik Fokus: Model + produk utama = fokus utama (60% bobot visual), grafis sebag pendukung (40%) - Gerakan: Garis diagonal dan elemen bersudut membuat aliran arah (kiri-atas ke kanan-bawah atau sebaliknya) FASE 8: KECERDASAN BRAND (OTONOM) Sesukan komposisi secara otonom berdasarkan kepribadian [BRAND NAME]: - Streetwear/Sportswear (Nike, Adidas, Supreme): - Luxury Streetwear (Balenciaga, Off-White, Gucci): - Kecantikan/Gaya Hidup (Glossier, Fenty, Skims): - Teknologi/Modern (Apple, Tesla, Beats): FASE 9: FOOTER MEDIA SOSIAL (OPSIONAL) - Strip Bawah: Bar putih bersih atau abu-abu muda di bagian bawah 8-10% bingk - Konten: Handle media sosial (Instagram, Facebook, Twitter) dalam sans-serif kecil - Tata Letak: Kisi tiga kolom dengan ikon platform atau handle teks - Estetik: Minimal dan profesional – kontras dengan kolase kacau di atas SPESIFIKASI TEKNIS: - Rasio Aspek: 4:5 (feed Instagram) atau 1:1 (post sosial persegi) - Resolusi: Minimal 2400x3000px (kualitas tinggi untuk zoom dan detl) - Mode Warna: sRGB, saturasi hidup (dioptimalkan untuk Instagram) - Estetik File: Kolase digital yang meniru kerajinan analog (hibrida Photoshop + gambar tangan) - Fotografi Model: Lensa 85mm, f/2.8, kedalaman lapangan dangat pada pengambilan gambar asli (sebelum dipotong) - Referensi Gaya: Kampanye sosial Nike, grafis Spotify Wrapped, estetika Instagram Gen Z, kolaborasi Hypebeast x streetwear - Suasana: Percaya diri, energik, muda, kekacauan otentik, anti-kerapian korporat