Gambarkan [LANDMARK] yang membeku dalam keadaan konstruksi abadi. Kamera & Sudut (TERKUNCI): Tampilan isometrik elevasi 45°, jarak kamera tetap sehingga landmark penuh mengisi ~70% bingk. Tidak ada variasi kemiringan. Struktur: Bagian bawah seles sepenuhnya, kokoh, dan langsung dikenali. Bagian atas bertransisi dengan bersih ke konstruksi yang belum seles: perancah, derek, balok terbuka, kabel, dan kerangka struktural. Garis transisi antara bagian seles dan belum seles terlihat jelas dan presisi secara arsitektural. Skala & Detl: Sertakan pekerja konstruksi statis kecil yang ditempatkan di perancah untuk skala. Sertakan tepat 1–2 mesin konstruksi (lengan derek, lift, atau kerekan), membeku di tempat. Tidak ada gerakan, tidak ada keburaman, tidak ada puing yang jatuh. Material (KONSISTEN): Area seles: batu poles / kaca / baja (sesu dengan landmark). Area belum seles: beton mentah, balok baja, kabel, rangka struktural. Material bersih, realistis, dan konsisten di semua render. Pencahayaan (TERKUNCI): Pencahayaan sinematik netral lembut dari kiri atas. Eksposur seimbang, bayangan lembut, tidak ada sorotan dramatis. Komposisi (TERKUNCI): Terpusat sempurna, keseimbangan simetris. Landmark berada di atas dasar atau bidang tanah yang halus. Format persegi 1080×1080. Latar Belakang (TERKUNCI): Langit netral minimal atau latar belakang abu-abu studio. Tidak ada awan, tidak ada gradien, tidak ada gangguan. Gaya: Render arsitektur hiper-realistis. Bersih, presisi, tenang, dan monumental. Tidak ada stilasi, tidak ada efek lukis. Suasana: Abadi, tenang, kontemplatif. Kemajuan yang membeku — tidak pernah seles, tidak pernah membusuk