[BRAND NAME] | [HEADLINE] | [SUB-TEXT] | [CTA]. Bertindak sebag Senior Art Director. FASE 1: KOMPOSISI TERPADU & TUMPANG TINDIH. - Tata Letak: Fusion mulus antara grafis 2D dan fotografi 3D. - Logika Tumpang Tindih: Subjek dan "Alat Produk" utama mereka (misalnya mobil, perangkat) harus secara fisik menumpang tindih dengan panel grafis untuk memecah "dinding" antara desn dan foto. - Kesatuan: Bentuk geometris dari sisi grafis harus menyatu ke dalam area langit fotografi. FASE 2: SIMULASI MEREK & KATEGORI. Analisis secara otonom [BRAND NAME] dan kategori industri mereka: - KONTEKS INDUSTRI: * Jika Otomotif: Sertakan kendaraan dan orang yang berinteraksi dengannya. * Jika Teknologi: Sertakan perangkat/gadget unggulan. * Jika Fashion/Gaya Hidup: Fokus pada pose editorial dan aksesori premium. - SIMULASI BENTUK: Sesukan bentuk dengan identitas merek (misalnya Tajam/Kecepatan untuk Otomotif, Minimalis/Grid untuk Teknologi). - SIMULASI WARNA: Gunakan hue utama merek untuk bk pola grafis maupun pakan/aksen subjek. FASE 3: TIPOGRAFI & KONTEN KUSTOM. - Headline: Tampilkan "[HEADLINE]" dengan font Sans-Serif tebal dan modern. (Jika [HEADLINE] kosong, buat slogan berenergi tinggi untuk [BRAND NAME]). - Sub-headline: Tampilkan "[SUB-TEXT]" di bawah headline. - Tombol: Buat tombol CTA berbentuk pil minimalis dengan teks: "[CTA]". - Interaksi: Lapisan teks harus memiliki kedalaman 3D, berada sebagian di belakang subjek atau alat produk. FASE 4: FOTOGRAFI & SUBJEK. - Perspektif: Sudut rendah ekstrem (pandang cacing) melihat ke atas. - Subjek: Persona yang beragam yang mencerminkan audiens merek. - Lingkungan: Langit biru jernih yang luas sebag latar belakang. - Tautan Visual: Gaya subjek harus menggabungkan warna utama Merek. FASE 5: GAYA VISUAL AKHIR. Estetika komersial high-end. Fusion profesional, tajam, dan jenuh antara seni vektor datar dan fotografi realistis