Grid storyboard 3×3 yang rapi dengan sembilan panel berukuran sama dan rasio aspek keseluruhan 4:5. Gunakan gambar referensi sebag referensi produk dasar. Pertahankan produk yang sama, desn kemasan, branding, bahan, warna, proporsi, dan identitas keseluruhan di semua sembilan panel persis seperti referensi. Produk harus tetap mudah dikenali di setiap frame. Label, logo, dan proporsi harus tetap persis sama. Storyboard ini adalah presentasi mockup desner high-end untuk portofolio branding. Fokusnya adalah pada bentuk, komposisi, materialitas, dan irama visual daripada realisme atau narasi gaya hidup. Tampilan keseluruhan harus terasa terkurasi, editorial, dan berpusat pada desn. FRAME 1 (Ikon): Shot hero berkomposisi tengah dari kaleng teh merah di atas meja walnut hitam antik, yang disinari cahaya matahari sore yang hangat dan keemasan. FRAME 2 (Sentuhan): Close-up ekstrem pada permukaan logam merah mengkilap yang menampilkan tekstur bunga emas yang diembos yang menangkap cahaya. FRAME 3 (Lingkungan): Kaleng diletakkan di rak kayu di ruang studi tradisional Tiongkok yang buram dengan kuas kaligrafi di latar belakang. FRAME 4 (Interaksi): Tangan elegan menuangkan daun teh kering di dekat dasar kaleng, menekankan ritualnya. FRAME 5 (Matriks): Grid isometrik dari banyak kaleng merah yang disusun di permukaan kayu, menciptakan pola merah dan emas. FRAME 6 (Gravitasi): Kaleng merah melayang lembut di atas nampan kayu, dikelilingi oleh daun teh kering yang melayang. FRAME 7 (Tanda Tangan): Detl makro yang berfokus secara ketat pada kaligrafi Tiongkok hitam "Wu Yu T" di latar belakang emas. FRAME 8 (Pernyataan): Shot artistik berkontras tinggi yang menggunakan bayangan kisi jendela (pola geometris) yang jatuh di atas kaleng merah. FRAME 9 (Horizon): Shot sinematik lebar dari kaleng yang diletakkan di meja rendah di halaman tradisional yang megah dengan pencahayaan redup saat senja. KAMERA & GAYA: Gambar studio ultra berkualitas tinggi dengan tampilan seperti kamera sungguhan. Berbag sudut kamera dan framing yang berbeda di setiap frame. Kedalaman bidang yang terkontrol, pencahayaan presisi, bahan dan pantulan yang akurat. Logika pencahayaan, palet warna, suasana, dan bahasa visual harus tetap konsisten di semua sembilan panel sebag satu seri yang kohesif. HASIL: Grid 3×3 yang rapi tanpa batas, tanpa teks, tanpa keterangan, dan tanpa watermark